loading...

Sinopsis Jodha Akbar episode 349 by Sally Diandra

Sinopsis Jodha Akbar episode 349 by Sally Diandra.  Ketika Jalal masuk kekamar Rukayah, Zeenat hampir saja mau memberikan racun kemulut Hussain, tapi begitu mengetahui kedatangan Jalal, dia menyembunyikan jari tiruannya yang beracun itu diselimut yang membungkus tubuh Hussain, “Dimana Rukayah ?” tanya Jalal, “Ratu Rukayah sedang mandi Yang Mulia” jawab Zeenat. “Ooh begitu, tolong beritahu Ratu Rukayah, kalo aku ingin bermain main sebentar sama Hussain” ujar Jalal sambil mengambil Hussain dari tangan Zeenat, kemudian menggendongnya keluar. Zeenat panic karena dia tidak menemukan jari tiruannya yang tadi dia sembunyikan, dia berpikir : “Pasti tadi terbawa sama Jalal, aku harus segera menemukannya”

vlcsnap-2014-10-28-19h20m54s146Dalam perjalanannya menuju ke taman, tampak Jalal sedang mengajak Hussain berbicara : “Kamu tau, kamu adalah anak yang paling beruntung, karena ibumu Ratu Jodha sangat mencintai kamu … apa ??? kamu ingin ayah jadi kuda ?” kemudian Jalal meletakkan Hussain dipundaknya, dan jari tiruan Zeenat yang beracun jatuh ke tanah tapi sayangnya Jalal tidak melihatnya. Ditaman, dari kejauhan Jodha melihat Hussain dalam gendongan Jalal dan bilang : “Ooooh … anakku Hussain” Jodha langsung lari kearah Jalal, seketika itu juga dia langsung mengambil Hussain dari tangan Jalal dan menciuminya dengan lembut, lalu katanya : “Aku ingiiiin sekali melihatmu, nak …. apakah kamu tidak rindu sama ibumu ini ? apakah kamu suka membuat masalah sama Ratu Rukayah ?”, “Hussain tersenyum melihat ibunya, kelihatannya dia ingin sekali bermain bersama kamu, Jodha” ujar Jalal. Tiba tiba saja rintik rintik hujan mulai turun, “Waaah … hujan mulai turun, cuacanya kurang bersahabat saat ini” kata Jodha, lalu mereka berduapun pergi bernaung disebuah tenda ditengah tengah taman, sesampainya di tenda Jalal berupaya untuk menggoda Joda “Lihat rambutnya, Ratu Jodha … anakmu seperti orang tua” kata Jalal, diejek seperti itu Jodha langsung membalas : “Anakku bukan seperti orang tua, Yang Mulia … tapi ayahlah yang sudah tua” jawab Jodha. “Heiii …. Tapi banyak gadis yang ingin menikah denganku” kata Jalal lagi, “Iyaaa betul Yang Mulia … tapi mereka semua hanya ingin menikahi kekayaanmu saja” jawab Jodha sambil tersenyum menang dan terus bermain main dengan Hussain. Dalam hati Jalal berpikir : “Setelah beberapa hari ini , akhirnya aku melihat senyum diwajahmu lagi, aku yakin kamu akan baik baik saja, Ratu Jodha … jika Hussain bisa mengingatkanmu akan Hasan kembaran Hussain”

Tak berapa lama kemudian Jalal meminta Jodha untuk memberikan Hussain padanya, karena pikirnya siapa tau nanti Hussain pipis dan membasahi baju Jodha, “Tidak apa apa, Yang Mulia … aku tidak akan kaget seperti kamu kalo dia pipis nanti, tidak usah khawatir” kata Jodha. Dari kejauhan Rukayah melihat mereka berdua yang sedang asyik bermain bersama Hussain, dia berteriak ke arah Jalal : “Jalaaallll !!!” sambil berjalan ke arah mereka, Jodhapun segera memeluk Hussain semakin erat, lalu Rukayah bilang ke Jalal : “Kamu membawa Hussain kesini rupanya” , “Yaaa” jawab Jalal “Aku ingin bermain sama dia” , lalu Rukayah meminta Hussain dengan tidak sopan dari Jodha : “Ini waktunya makan buat Hussain” ujar Rukayah, lalu Rukayah meninggalkan mereka sambil menggendong Hussain, Jodha sangat sedih melihatnya

vlcsnap-2014-10-28-19h22m44s212vlcsnap-2014-10-28-19h23m50s113Dikamar Rukayah, Rukayah sedang bermain main dengan Hussain, dia menyuruh Hoshiyar untuk memanggil Zeenat, Zeenatpun datang, “Dengar yaa … aku akan cuma memanggilmu, aku suka melihat perhatianmu sama Hussain, aku tidak tau apa jadinya kalo kamu tidak ada” kata Rukayah, “Semuanya akan baik baik saja, Ratu Rukayah …. saya ini pengasuhnya dan saya tahu tugas saya, saya merasa beruntung menjadi pengasuh Pangeran Hussain” jawab Zeenat sambil mengambil Hussain dari Rukayah dan hendak beranjak pergi keluar kamar, “Jangan pergi dari sini, Zeenat ! duduklah disini saja, jangan melakukan kesalahan lagi, kamu adalah orang yang paling aku percaya sekarang, aku akan menjadi ibu yang penuh tanggung jawab, terus terang … aku tidak suka waktu kamu memberikan Hussain ke Jalal” kata Rukayah, “Saya tidak bisa mengatakan tidak pada seorang Raja, Ratu Rukayah” jawab Zeenat. “Aku tahu, maka dari itu aku telah memutuskan bahwa Hussain harus dalam pengawasanku selama 24 jam sehari” ujar Rukayah, “Baiklah kalo begitu, Ratu Rukayah” jawab Zeenat dan mulai memberikan Hussain minuman susu, setelah beberapa jam kemudian “Aku pikir dia sudah kenyang, Zeenat” kata Rukayah sambil mengambil Hussain kembali dari Zeenat, “Hamba saat ini juga tidak sedang sibuk, Ratu Rukayah … anda bisa istirahat sekarang, saya yang akan mengurus Hussain” ujar Zeenat, “Tidak apa apa, aku baik baik saja, aku mau sendirian saja sama anakku, kamu pergi saja dan istirahatlah, nanti kalo aku membutuhkanmu, aku akan memanggil kamu” ujar Rukayah. Dalam hati Zeenat berujar : “Bagaimana caranya agar aku bisa mengerjakan pekerjaanku saat ini, aku harus menemukan jari tiruan yang beracun itu”

vlcsnap-2014-10-28-19h25m09s113Malam harinya ditaman tampak Zeenat sedang mencari cari jari tiruan yang beracun dengan rasa penasaran, tiba tiba Salima datang kesana, Zeenat langsung melempar cincinnya ke tanah, “Sedang apa kamu malam malam begini disini, Zeenat ?’ tanya Salima, “Saya sedang mencari cincin saya yang hilang, Ratu Salima … sepertinya tadi jatuh disini” jawab Zeenat, “Oooh begitu, mari saya bantu mencarinya” kata Salima lagi sambil mulai mencari cari cincin Zeenat dan tak berapa lama kemudian menemukannya, “Apakah ini cincinmu ? tanya Salima, “Iyaaa betuul ! ini adalah salah satu cincin kesukaan saya, terima kasih Ratu Salima” ujar Zeenat, “Tapi jarimu ini ?” ujar Salima lagi, Zeenat sesaat terkejut mendengarnya, “Jarimu sepertinya terbakar, ayooo kita ke dokter” kata Salima sambil mengajak Zeenat ke klinik dokter Istana.
Malam itu dikamar Jodha, Jalal datang menghampiri Jodha dan berkata : “Aku minta maaf atas perilaku Rukayah tadi sore” , “Tidak apa apa, Yang Mulia … aku sudah bisa menikmati sedikit waktu bersama Hussain, itu sudah cukup buatku, Ratu Rukayah memang sangat protektif, itu semua karena dia sangat mencintai Hussain” jawab Jodha, “Tidak usahlah kau berpura pura didepanku, Ratu Jodha … aku tau sekali bagaimana kamu, dan aku sudah memutuskan untuk mengambil Hussain kembali dari Rukayah dan memberikannya ke kamu” ujar Jalal, “Jangan, jangan lakukan itu, Yang Mulia … aku sudah kehilangan Hasan bukan berarti anda bisa merenggut Hussain dari Ratu Rukayah, aku tau bagaimana perasaan seorang ibu ketika kehilangan anaknya” kata Jodha. “Aku juga tidak suka ketika dia merenggut Hussain dari kamu, Ratu Rukayah seharusnya mengerti bahwa kamu telah memberikan bantuan yang amat besar buat dia, aku akan bicara sama dia dan kalau dia tidak mengerti juga, aku akan mengambil Hussain darinya” kata Jalal sambil berlalu dari kamar Jodha. Jodha hanya bisa menatap nanar kepergian suaminya, dalam hati dia berkata : “Itulah sebabnya Yang Mulia tidak mengerti, aku tidak ingin Ratu Rukayah juga merasakan penderitaan yang sama seperti aku”.
Malam itu di kamar Rukayah, makanan telah disiapkan untuk Rukayah, pelayanan mencoba makanan itu terlebih dahulu, lalu Rukayah mulai memakannya, tiba tiba saja Rukayah batuk batuk dan meminta Hoshiyar segelas minuman, “Biarkan hamba yang mengambilkan Ratu Rukayah” kata Zeenat, lalu dia pergi ke dapur dan mencampur beberapa tetes sirup kedalam minuman, lalu dibawanya minuman itu ke Rukayah dan memberikannya ke Rukayah, Rukayah langsung meminumnya sampai habis.

vlcsnap-2014-10-28-19h26m03s168Malam itu Rukayah sedang bermain main bersama Hussain, kemudian Jalal datang dan berkata dengan nada marah : “Apakah kamu masih ingat atau aku harus mengingatkanmu bahwa bagaimana kamu memohon dengan amat sangat ke Jodha dan Jodha memberikan anaknya ke kamu !”, mendengar suara ketus Jalal, Rukayah hanya diam saja, “Menjadi seorang wanita yang terhormat tapi pikiran kamu masih sempit ! bagaimana bisa begitu rendahnya dirimu ketika kamu tidak mengijinkan ayah dan nenek Jodha memegang Hussain, apakah kamu pikir mereka akan merenggut Hussain ?” , “Tidak seorangpun yang berfikir kalo Hussain adalah anakku, aku hanya ingin Hussain aman, aku tidak mau ada orang lain yang mendekatinya, apakah kamu lupa pada apa yang terjadi sama Hasan, semua orang bermain main dengan dia dan dia jatuh sakit, aku tidak bisa jadi ibu yang tidak bertanggung jawab seperti Jodha” jawab Rukayah. “Teganya kamu ! tidakkah kamu lupa bahwa Jodhalah yang memberimu kebahagiaan menjadi seorang ibu !” ujar Jalal dengan ketus, “Aku nggak peduli orang lain ! aku hanya peduli sama Hussain !” kata Rukayah. Rukayah dan Jalal terlibat pertengkaran sengit, “Cobalah untuk mengerti, aku hanya ingin Hussain bersama Jodha untuk beberapa hari kemudian akan aku kembalikan lagi ke kamu” kata Jalal, “Hasan meninggal karena kecerobohan Jodha dan kamu masih membelanya ?” ujar Rukayah … seketika itu Jalal berteriak dan mengangkat tangannya hendak menampar Rukayah tapi tiba tiba saja Rukayah merasakan sesuatu yang kurang nyaman didalam perutnya dan rasanya ingin sekali dirinya mau muntah, melihat kondisi Rukayah yang seperti itu, Jalal langsung memegangnya dan memanggil dokter.

Rukayahpun tak sadarkan diri, Jalal bilang ke dokter : “Seharusnya aku tidak berteriak padanya, makanya dia tidak sadarkan diri” tapi dokter bilang : “Bukan seperti itu Yang Mulia, Ratu Rukayah sedang demam” tak lama kemudian Rukayah sadar dan meminta dokter untuk membuatkan obat yang bisa dengan cepat menyembuhkan penyakitnya, sehingga dia bisa menjaga Hussain. Tapi dokter berkata : “Turutilah kata kata hamba, Ratu Rukayah … paduka harus menjauh dulu dari Hussain selama satu minggu agar Hussain tidak ikut tertular” mendengar hal tersebut, Rukayah langsung menyuruh Zeenat dan pelayan lainnya untuk menjaga Hussain. “Sudah cukup, kamu bisa memberikan Hussain pada ibu kandungnya, Ratu Rukayah” ujar Jalal, Hamida juga mengatakan hal yang sama : “Iyaa … biarkan Hussain bersama Ratu Jodha selama satu minggu kedepan” , Salima juga bilang mengiyakan : “Aku juga akan selalu bersama Hussain, Ratu Rukayah” , “Semua ini tergantung …. sampai kamu benar benar sembuh, jadi biarkan Hussain bersama dengan Jodha” ujar Jalal sambil mengambil Hussain dari ayunan bayinya dan berlalu dari kamar Rukayah.

Bagikan :
Back To Top